Penebangan Kayu di Jorlang Hataran - Simalungun
SIMALUNGUN; Aksi pembalakan kayu di daerah aliran sungai (DAS) Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun hingga kini terus berlanjut. Akibatnya Kecamatan di kecamatan ini sering terjadi longsor dan banjir.
Menurut pengakuan warga, seperti dikutip dari Metrosiantar.com, bahwa penebangan kayu di Kecamatan Jorlang Hataran dianggap liar dan mengakibatkan banyak terjadi longsor dan sering banjir. Warga menilai, Pemkab Simalungun tidak efektif dalam menangani kasus penebangan kayu, mulai dari daerah PTPN IV dan beberapa nagori di Kecamatan Jorlang Hataran.
Seharusnya pihak PTPN IV ikut peduli terhadap kawasan DAS yang terancam habis ditebang pembalak liar yang tidak bertanggungjawab di area lahannya. Di antaranya, daerah Bah Palanduk, Bah Buniah, Bah Birong Ulu dan Aek Motung. Dari hulu sungai sampai hilir, terlihat banyak bekas penebangan kayu, bahkan di kemiringan tanah DAS juga tetap ditebangi. Terlihat di DAS banyak kemiringan tanah yang tidak ada pohon untuk menahan agar tidak longsor.
Seperti diungkapkan warga bahwa para penebang kayu membawa kayu melintas dari Pos Plang dan Centengan milik PTPN IV. Menurut informasi, kalau penjaga centengan atau penjaga pos melarang para pembawa kayu melintas dari PTPN IV. Penjaga akan kena surat peringatan dari pihak PTPN IV.
Sudah saatnya warga Simalungun dan Pemerintah Daerah bahu-membahu membangun daerahnya, bukannya merusak lingkungan yang kelak diwariskan bagi anak cucu kita. DUKUNG GERAKAN MENGHENTIKAN PERUSAKAN HUTAN DI SIMALUNGUN.
Donasi anda untuk Khasbatak
